Firman Creation

Asalamualaikum...wr...wb sblmnya mohon maaf atas pembuatn blog ini,,,,dalam mengikuti perkmbangan apa salahnya kita belajar dan belajar. Buat semuanya saya harapkan keritik dan sarannya.

Pages

Sejarah perkembangan ilmu pengetahuan islam pada masa Rasulullah SAW.

Pertumbuhan ilmu pengetahuan telah terjadi sejak Rasulullah mendakwahkan agama islam, wahyu pertamanya yaitu surat Al – alaq ayat 1 -5 bercerita tentang dasar – dasar ilmu pengetahuan, didalam wahyu tersebut terdapat perintah untuk membaca, Allah pun menegaskan bahwa hakikat ilmu datangnyadari Allah dan awalnya manusia tidak mengetahui apa – apa. Kata Iqra’pada ayat ke-1 surat Al- alaq memiliki makna yang beragam, seperti menelaah, mendalami, meneliti, mengetahui ciri sesuatu, membaca baik teks maupun bukan teks.

Pada masa rasulullah, ilmu pengetahuan lebih banyak berkembang dibidang ilmu-ilmu pokok tentang agama (ushuluddin), dan ilmu akhlak (moral). Akan tetapi ilmu – ilmu lainnya tetap berkembang walaupun tidak sepesat ilmu agama dan akhlak. Saat itu pun mulai terjadi proses pengkajian ilmu yang lebih sistematis, diantaranya dasar – dasar ilmu tafsir yang dikembangkan oleh para sahabat rasulullah.

Diantara ahli tafsir dimasa Rasulullah yaitu  khalifah yang empat (Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali), Ibnu Mas’ud, Ibnu Abbas, Ubay Ibnu Ka’ab, Zaid Ibnu Tsabit, Abu Musa Al-’Asy’ari dan Abdullah bin Zubair. Dan dari kalangan khalifah empat yang paling banyak dikenal riwayatnya tentang tafsir adalah Ali bin Abi Thalib r.a.

 Ibnu Abbas adalah anak paman Rasulullah SAW, sekaligus murid dari Rasulullah. Ia dikenal sebagai ahli bahasa/penterjemah Al-Qur’an. Dia adalah sahabat yang paling pandai/tahu tentang tafsir Al-Qur’an. Dia mempunyai biografi yang menunjukkan kebolehan ilmunya dan kedudukannya yang tinggi dalam hal penggalian secara mendalam tentang rahasia-rahasia Al-Qur’an.

Selain Ibnu Abbas, sahabat nabi yang termasuk ahli tafsir ialah Ibnu Mas’ud r.a. Ia adalah salah seorang yang pertama masuk Islam pada usia 6 tahun. Dari segi hubungan kenabian ia adalah seorang yang sangat baik dan terdidik. Karena pertimbangan itulah sahabat lain memandangnya sebagai seorang sahabat yang lebih banyak mengetahui bidang Kitabullah Al-Qur’an, mengetahui tentang muhkam dan mutasyabih, halal dan haram.

Selain para ahli tafsir, kaum yang berjasa dalam perkembangan ilmu pengetahuan pada zaman rasulullah yaitu kaum sufi (ahli ilmu). Kaum sufi yaitu kaum yang menyebarkan ajaran islam ke berbagai belahan dunia. Pada zaman rasulullah, mereka mempelajari al-Quran secara langsung dengan Rasulullah s.a.w. mereka adalah orang-orang yang menyediakan dirinya semata-mata untuk Allah s.w.t dan Rasul-Nya.

Al-Quran pada jaman Rasulullah SAW. 
Pengumpulan Al-Qur’an pada zaman Rasulullah SAW ditempuh dengan dua cara:
Pertama
: al Jam’u fis Sudur
yaitu Para sahabat langsung menghafalnya diluar kepala setiap kali Rasulullah SAW menerima wahyu.
Kedua
al Jam’u fis Suthur yaitu menyuruh para sahabat untuk menuliskannya kembali setelah dibacakan oleh Rasulullah. Biasanya sahabat menuliskan Al-Qur’an pada ar-Riqa’ (kulit binatang), al-Likhaf (lempengan batu), al-Aktaf (tulang binatang), al-`Usbu ( pelepah kurma). Sedangkan jumlah sahabat yang menulis Al-Qur’an waktu itu mencapai 40 orang.

Pada zaman Rasulullah
hadits tidak dituliskan sebab:
 a)  Nabi sendiri pernah melarangnya, kecuali bagi sahabat-sahabat tertentu yang diizinkan beliau sebagai catatan pribadi.
 b) Rasulullah berada di tengah-tengah ummat Islam sehingga dirasa tidak sangat perlu untuk dituliskan pada waktu itu.
c) Kemampuan tulis baca di kalangan sahabat sangat terbatas.
d) Ummat Islam sedang dikonsentrasikan kepada al-Qur’an.
e) Kesibukan-kesibukan ummat Islam yang luar biasa dalam menghadapi perjuangan da’wah yang sangat penting.

Perkembangan ilmu pengetahuan pada masa Rasulullah terus berkembang sampai sekarang, khususnya
dalam bidang ekonomi. Banyak teori tentang ilmu pengetahuan yang sudah ada sejak jaman Rasulullah dan digunakan didalam zaman yang modern seperti sekarang ini, diantaranya teori invisible hands yang berasal dari Nabi Saw dan sangat populer di kalangan ulama. Teori ini berasal dari hadits Nabi Saw. sebagaimana disampaikan oleh Anas RA, sehubungan dengan adanya kenaikan harga-harga barang di kota Madinah. Dalam hadits tersebut diriwayatkan sebagai berikut :
“Harga melambung pada zaman Rasulullah SAW. Orang-orang ketika itu mengajukan saran kepada Rasulullah dengan berkata: “ya Rasulullah hendaklah engkau menetukan harga”. Rasulullah SAW. berkata:”Sesungguhnya Allah-lah yang menetukan harga, yang menahan dan melapangkan dan memberi rezeki. Sangat aku harapkan bahwa kelak aku menemui Allah dalam keadaan tidak seorang pun dari kamu menuntutku tentang kezaliman dalam darah maupun harta.”  
ucapan Nabi Saw itu mengandung pengertian bahwa harga pasar itu sesuai dengan kehendak Allah yang sunnatullah.

0 komentar:

Posting Komentar